Selasa, 04 Januari 2022

IT Governance dan Risk Management

 

Aspek – aspek IT Governance

  1. Penyelarasan rencana strategis TI dengan tujuan bisnis Perusahaan (Strategic Alignment); berfokus pada memastikan hubungan bisnis dan rencana TI; mendefinisikan, memelihara dan memvalidasi proposisi nilai TI, dan menyelaraskan operasi TI dengan operasi perusahaan.
  2. Optimalisasi nilai bisnis Perusahaan bagi Perusahaan (Value Delivery); adalah tentang menjalankan proposisi nilai seluruh siklus pengiriman, memastikan bahwa TI memberikan manfaat yang dijanjikan terhadap strategi, berkonsentrasi pada mengoptimalkan biaya dan membuktikan nilai intrinsik TI.
  3. Optimalisasi investasi TI yang mencakup aplikasi, informasi, infrastruktur dan sumber daya manusia (Resouce Management); adalah tentang investasi yang optimal, dan pengelolaan yang tepat atas sumber daya TI yang kritis, yaitu antara lainaplikasi, informasi, infrastruktur dan orang-orang. Isu-isu kunci berkaitandengan optimasi pengetahuan dan infrastruktur.
  4. Pengelolaan resiko TI (Risk Management); membutuhkan kesadaran risiko dari pejabat perusahaan senior, pemahaman yang jelas tentang risk appetite perusahaan itu, pemahaman tentang persyaratan kepatuhan, transparansi tentang risiko yang signifikan untuk perusahaan dan menanamkan tanggung jawab manajemen risiko kedalam organisasi.
  5. Pengelolaan kinerja proses TI (Performance Measurement); menjalankan dan memonitor implementasi atasstrategi, penyelesaian proyek, penggunaan sumber daya, kinerja proses dan pelayanan pengiriman, yaitu menggunakan, misalnya, balanced scorecard yang menerjemahkan strategi ke dalam tindakan untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Contoh : Dalam sistem perpajakan, untuk mendapatkan data wajib pajak, pengisian bahkan penyetoran walaupun sudah menggunakan e-filling/e-payment yang secara perhitungan bisa, real time dan on line, tetapi masih banyak lubang kebocoran, mulai dari pengisian sampai ke pelaporan. Dengan demikian maka proses tatakelola teknologi informasi menjadi sangat penting di suatu organisasi.

Aspek – aspek Risk Management

  1. Tataran Korporasi: Aspek ini  terdiri atas tiga hal. Pertama, kecukupan modal minimum. Kedua, batasan portofolio investasi. Ketiga, pemisahan rekening perusahaan dan nasabah. Pengaturan aspek ini dimaksudkan untuk mencegah kejahatan korporasi (corporate crime).
  2. Tataran Pengelola Perusahaan: Aspek ini terdiri atas tiga hal juga. Pertama, kompetensi manajemen berupa pengalaman dan keahlian. Kedua, integritas pengurus berupa rekam jejak yang tidak tercela. Ketiga, tata pengelolaan yang baik dan transparan. Pengaturan aspek ini dimaksudkan untuk mencegah kejahatan pimpinan perusahaan (white collar crime).  
  3. Tataran Pelaksana Lapangan Perusahaan: Aspek ini terdiri atas tiga hal. Pertama, pengenalan selera risiko nasabah (risk appetite). Kedua, pengetahuan tenaga penjual akan produk investasi yang dijualnya. Ketiga, transparansi dalam menjelaskan risiko investasi. Pengaturan aspek ini dimaksudkan untuk mencegah kejahatan tenaga pelaksana (blue collar crime). 

Contoh : Pabrik sepatu dengan tenaga 10 orang menghadapi resiko bahwa sepatu-sepatu tersebut rusak. Bila pabrik tersebut menambah mesin dan tenaga kerja, maka resikonya bertambah, antara lain kerusakan mesin, keributan karyawan dan lain-lain.

Langkah – langkah Auditing IT Governance

  1. Identifikasi dan dokumentasi. Layaknya audit umum, identifikasi dan dukumentasi adalah keharusan. Hal ini bisa dilakukan dengan menjalankan survei maupun observasi ke lapangan sehingga audit bisa lebih objektif dan akurat.
  2. Tes subtantif. Tes substansi merupakan tes yang dijalankan untuk mengetahui “isi” secara lebih mendalam. Dalam tes ini ada dua tipe yang bisa dijalankan: signifikan alias ditelusur secara lebih mendalam; atau terbatas.
  3. Evaluasi. Setelah melakukan tes substantif, audit TI bisa menjalankan evaluasi berdasarkan hasil temuan. Di tahap ini kembali dicek apakah kinerja perusahaan efektif atau tidak. Kalau efektif berarti memenuhi syarat untuk dilanjutkan ke tahap selanjutnya. Namun kalau tidak efektif, lakukan lagi tes substantif.
  4. Penilaian Mutu/ Kesimpulan. Di langkah terakhir ini akan terlihat apakah mutunya terjamin atau tidak. Jelas audit TI bukanlah tindakan yang bisa dilakukan secara asal dan instan. Ketelitian auditor menjadi ujung tombaknya. Selain itu tentu saja, tujuan dan langkah-langkah tersebut harus dilakukan secara konsekuen.

Audit IT pada domain EDM (Evaluate, Direct, and Monitor) 

Proses tata kelola ini berurusan dengan tujuan tata pemangku kepentingan dalam melakukan penilaian, optimasi risiko dan sumber daya, mencakup praktek dan kegiatan yang bertujuan untuk mengevaluasi pilihan strategis, memberikan arahan kepada TI dan pemantauan hasilnya. Berikut domain proses EDM:

  • EDM01 Ensure Governance Framework Setting and Maintenance (Memastikan Pengaturan dan Pemeliharaan Kerangka Tata Kelola)
  • EDM02 Ensure Benefits Delivery (Memastikan Memberi Manfaat)
  • EDM03 Ensure Risk Optimisation (Memastikan Pengoptimalan Risiko)
  • EDM04 Ensure Resource Optimisation (Memastikan Pengoptimalan Sumber Daya)
  • EDM05 Ensure Stakeholder Transparency (Memastikan Transparansi Pemangku Kepentingan)

Audit IT pada domain APO (Align, Plan, and Organise) 

Memberikan arah untuk pengiriman solusi (BAI) dan penyediaan layanan dan dukungan (DSS). Domain ini mencakup strategi dan taktik, dan mengidentifikasi kekhawatiran cara terbaik TI agar dapat berkontribusi pada pencapaian tujuan bisnis. Realisasi visi strategis perlu direncanakan, dikomunikasikan dan dikelola untuk perspektif yang berbeda. Sebuah organisasi yang tepat, serta infrastruktur teknologi, harus dimasukkan ke dalam tempatnya. Berikut domain proses APO:

  • APO01 Manage The IT Management Framework (Mengelola Kerangka Manajemen TI)
  • APO02 Manage Strategy (Mengelola Strategi)
  • APO03 Manage Enterprise Architecture (Mengelola Arsitektur Bisnis)APO04 Manage Innovation (Mengelola Perubahan)
  • APO05 Manage Portfolio (Mengelola Dokumen)
  • APO06 Manage Budget and Costs (Mengelola Anggaran dan Biaya)
  • APO07 Manage Human Resources (Mengelola Sumber Daya Manusia)
  • APO08 Manage Relationships (Mengelola Relasi)
  • APO09 Manage Service Agreements (Mengelola Perjanjian Layanan)
  • APO10 Manage Suppliers (Mengelola Pemasok)
  • APO11 Manage Quality (Mengelola Kualitas)
  • APO12 Manage Risk (Mengelola Risiko)
  • APO13 Manage Security (Mengelola Keamanan)

Audit IT pada domain BAI (Build, Acquire, and Implement) 

Memberikan solusi dan melewatinya sehingga akan berubah menjadi layanan. Untuk mewujudkan strategi TI, solusi TI perlu diidentifikasi, dikembangkan atau diperoleh, serta diimplementasikan dan terintegrasi ke dalam proses bisnis. Perubahan dan pemeliharaan sistem yang ada juga dicakup oleh domain ini, untuk memastikan bahwa solusi terus memenuhi tujuan bisnis. Berikut domain proses BAI:

  • BAI01 Manage Programmes and Project (Mengelola Program Dan Proyek)
  • BAI02 Manage Requirements Definition (Mengelola Definisi Persyaratan)
  • BAI03 Manage Solutions Identification and Build (Mengelola Identifikasi Solusi dan Pembangunan)
  • BAI04 Manage Availability and Capacity (Mengelola Ketersediaan dan Kapasitas)
  • BAI05 Manage Organisational Change Enablement (Mengelola Pemberdayaan Organisasi Perubahan)
  • BAI06 Manage Changes (Mengelola Perubahan)
  • BAI07 Manage Change Acceptance and Transitioning (Mengelola Penerimaan Perubahan dan Transisi)
  • BAI08 Manage Knowledge (Mengelola Pengetahuan)
  • BAI09 Manage Assets (Mengelola Kepemilikan)
  • BAI10 Manage Configuration (Mengelola Susunan)

Audit IT pada domain DSS (Deliver, Service, and Support) 

Menerima solusi dan dapat digunakan bagi pengguna akhir. Domain ini berkaitan dengan pengiriman aktual dan dukungan layanan yang dibutuhkan, yang meliputi pelayanan, pengelolaan keamanan dan kelangsungan, dukungan layanan bagi pengguna, dan manajemen data dan fasilitas operasional. Berikut domain proses DSS:

  • DSS01 Manage Operations (Mengelola Operasi)
  • DSS02 Manage Service Requests and Incidents (Mengelola Layanan Permohonan dan Kecelakaan)
  • DSS03 Manage Problems (Mengelola Masalah)
  • DSS04 Manage Continuity (Mengelola Keberlangsungan)
  • DSS05 Manage Security Services (Mengelola Jasa Keamanan)
  • DSS06 Manage Business Process Controls (Mengelola Kontrol Proses Bisnis)

Audit IT pada domain MEA (Monitor, Evaluate, Assess) 

Monitor semua proses untuk memastikan bahwa arah yang disediakan diikuti. Semua proses TI perlu dinilai secara teratur dari waktu ke waktu untuk mengontrol kualitas dan kepatuhan mereka. Domain ini tertuju pada manajemen kinerja, pemantauan pengendalian internal, kepatuhan terhadap peraturan dan tata kelola. Berikut domain proses MEA:

  • MEA01 Monitor, Evaluate and Assess Performance and Conformance (Memantau, Evaluasi dan Menilai Kinerja Dan Penyesuaian)
  • MEA02 Monitor, Evaluate and Assess The System of Internal Control (Memantau, Evaluasi dan Menilai Sistem Pengendalian Internal)
  • MEA03 Monitor, Evaluate and Assess Compliance with External Requirements (Memantau, Evaluasi dan Menilai Kepatuhan dengan Persyaratan Eksternal)

Source :

Sabtu, 06 November 2021

Work Breakdown Structure (WBS) pada Website Bendicion Petshop

Link Download Microsoft Project dari WBS Website Bendicion Petshop : WBS Ms Project

Link Download Google Gantter dari WBS Website Bendicion Petshop : WBS Google Gantter


Work Breakdown Structure pada Website Bendicion Petshop

Tabel Schedule WBS

Tabel WBS Bendicion Petshop

Gantt Chart

Dalam membuat WBS tidak luput dari pembuatan Gantt Chart dimana ini dapat berguna untuk membuat mind mapping waktu kerja.










Senin, 05 Juli 2021

Analisa prinsip desain grafis pada daftar menu Dimsum Cafe

 

Sumber : Karya desain grafis pribadi (Muhammad Arif Wicaksono) 14/08/2020


Prinsip – prinsip Desain Grafis yang ada pada daftar menu Dimsum Cafe yaitu:

  • ·         Keseimbangan (Balance)

Penataan letak gambar dan tulisan yang sudah simetris dapat memanjakan pelanggan untuk melihat gambar produk yang ingin dibeli.

  • ·         Kesatuan (Unity)

Perpaduan warna yang ada di latar belakang sangat menyatu karena menggunakan warna yang teduh, dan juga konsisten.

  • ·         Ritme (Rhythm)

Menu Dimsum Café memiliki ritme baca yang konsisten dan berada tepat di samping gambar produk, membuat pelanggan dengan mudah membaca informasi yang dibutuhkan seperti harga, karena ritme yang konsisten

  • ·         Penekanan (Emphasis)

Menu Dimsum Café menekankan pada informasi gambar produk yang dapat menggugah selera makan pelanggan, maka dari itu dibuatlah gambar produk lebih besar dari seluruh elemen yang ada di dalam menu

  • ·         Proporsi

Perbandingan antara latar belakang dengan gambar produk cukup pas, karena desain latar belakang yang ramai tetapi menggunakan tone warna yang konsisten, membuat perbandingan latar belakang dengan gambar produk sangat nikmat dipandang mata dan terkesan menjadi elegan karena desain latar belakang mengambil konsep warna outline. 


Jumat, 03 Juli 2020

INVESTASI

MENGAPA PERUSAHAAN MELAKUKAN INVESTASI ?
Perusahaan melakukan investasi dengan cara membeli sekuritas utang atau sekuritas saham karena adanya salah satu dari 3 alasan, yaitu :
  1. Perusahaan memiliki kelebihan kas.
  2. Untuk memperoleh pendapatan dari hasil investasi.
  3. Karena alasan stratejik yang bentuknya bisa bervariasi.
Salah satu bentuk investasi yang dilakukan perusahaan yaitu investasi dalam sekuritas obligasi dan saham. Sekuritas tersebut dapat dibeli langsung dari perusahaan penerbitnya atau dari perusahan investor lain. Investasi dalam sekuritas dapat dilakukan dengan menanamkan karakteristik yang sangat berbeda. Dalam obligasi mempunyai perbedaan yang cukup besar bila dibandingkan dengan akuntansi untuk investasi dalam saham.
Pada saat perolehan, perusahaan harus mengklasifikasikan investasi dalam obligasi dan investasi dalam saham ke dalam salah satu dari 3 kelompok berikut:
  1. Diperdangangkan, sekuritas yang dibeli dan dimiliki untuk dijual kembali dalam waktu dekat.
  2. Tersedia untuk dijual, sekuritas yang dibeli dan dimiliki dengan maksud untuk dijual kembali pada suatu waktu dimasa datang.
  3. Dimiliki hingga jatuh tempo, sekuritas utang yang dibeli dengan maksud untuk dimiliki hingga jatuh tempo.
  • INVESTASI DALAM SAHAM
Investasi dalam saham adalah investasi yang dilakukan oleh perusahaan lain. Apabila perusahaan melakukan investasi dalam saham yang diterbitkan oleh berbagai perusahaan, maka keseluruhan investasi tersebut dinamakan portofolio investasi.
  • PEMILIKAN SAHAM KURANG DARI 20 %
Dalam akuntansi untuk pemilikan saham kurang dari 20%, perusahaan menggunakan metode biaya perolehan. Dalam biaya perolehan ini, perusahaan mencatat investasi sebesar biaya perolehan dan pendapatan diakui hanya ketika perusahaan menerima dividen tunai.
  • PEMILIKAN SAHAM ANTARA 20% DAN 50%
Jika investor memiliki antara 20% dan 50% saham biasa dari suatu perusahaan, maka dapat diperkirakan bahwa investor memiliki pengaruh yang signifikan atas aktivitas operasi dan keuangan perusahaan investee. Hal ini dicatat menggunakan metode ekuitas. Dalam etode ekuitas, perusahaan investor pada awalnya mencatat investasi dalam saham biasa yang diterbitkan asosiasi sebesar biaya perolehannya.
  • PEMILIKAN SAHAM LEBIH DARI 50%
Perusahaan yang memiliki saham lebih dari 50% saham biasa yang diterbitkan perusahaan lain disebut perusahaan induk. Perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh perusahaan induk disebut perusahaan anak.
  • PENILAIAN INVESTASI DALAM SEKURITAS
Nilai investasi dalam obligasi dan saham bisa sangat bervariasi selama pemilikan investasi tersebut. Penilaian bisa dilakukan berdasarkan biaya perolehan dan harga pasar, atau nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan harga pasar.
  • PENYAJIAN DALAM NERACA
Perusahaan mengelompokkan menjadi investasi jangka panjang dan investasi jangka pendek.
  • INVESTASI JANGKA PENDEK
Investasi jangka pendek adalah sekuritas yang dimiliki perusahaan yang siap untuk dijual dan dimaksudkan untuk diubah menjadi kas pada periode yang akan datang. Investasi yang tidak memenuhi kedua criteria tersebut dikelompokkan sebagai investasi jangka panjang.
  • INVESTASI JANGKA PANJANG
Investasi jangka panjang berupa sekuritas tersedia untuk dijual dilaporkan sebesar nilai wajarnya. Investasi dalam saham biasa yang menggunakan metode ekuitas dilaporkan sesuai dengan nilai ekuitasnya.

Jumat, 15 Mei 2020

Sistem Akuntansi Biaya menurut pesanan


PENETAPAN SISTEM AKUNTASI MENURUT PESANAN
Penerapan sistem akuntasi biaya menurut pesanan sangatlah cocok bila produk yang dibuat perusahaan dilaksanankan berdasarkan pesanan atau mempunyai ciri-ciri khusus untuk setiap pesanan atau pesanan-pesanan yang berbeda-beda penerapan ini juga baik untuk produksi dalam jumlah besar tetapi produksinya tidak secara kontinue, Bila dibandingkan dengan sistem akuntasi menurut proses, perbedaanya yaitu bahwa setiap pesanan diperlukan adanya indentifikasi biaya untuk setiap pekerjaan tersebut.
Hal yang utama dalam penerapan sistem akuntansi biaya menurut pesanan, bahwa pencatatan bentuk tolak dari dokumen-dokumen yang dipakai sebagai dasar untuk ayat-ayat jurnal dan juga dokumen ini penting bagi pimpinan untuk membuat perencanaan serta untuk tindakan pengendalian mengenai cara, prosedur dan penerapan terdapat persamaan dengan sitem akuntansi biaya menurut proses, misalnya : untuk memperoleh bahan, menyimpan dan mengeluarkannya.

Sekilas Mengenai Sistem Perhitungan Biaya Berdasarkan Pesenan 
Dalam sistem perhitungan biaya berdasarkan persanan biasanya biaya produksi diakumulasikan untuk setiap pemesanan yang terpisah. Suatu pemesanan adalah output yang diidentifikasikan untuk memenuhi pesanan pelanggan tertentu atau untuk mengisi kembali suatu item persediaan. Agar perhitungan biaya berdasarkan pesanan menjadi efektif, pesanan harus dapat diidentifikasikan secara terpisah. Agar rincian dari perhitungan biaya berdasarkan pesanan sesuai dengan usaha yang diperlukan, harus terdapat perbedaan penting dalam biaya perunit suatu pesanan dengan pesanan lain. Rincian mengenai suatu pesanan dicatat dalm kartu biaya pesanan, yang dapat berbentuk kertas atau elektronik.

BAHAN MENTAH (RAW MATERIALS)          
Akuntasi persediaan di buku besar untuk perlengkapan, bahan baku langsung, dan bahan baku tidak langsung bisa saja terpisah. Berawal dengan adanya pesanan, maka departemen yang bertugas melaksanakan pesanan tersebut membuat perencanaan terlebih dahulu.
Bahan baku yang dibutuhkan dengan Surat Permintaan Pembelian (Purchases Requisition) surat permintaan pembelian ini sebagi pedoman pembelian untuk melaksanankan pemesanan atau dasar untuk mengirim Order Pembelian (Purchase Order).
Selanjutnya petugas pembelian setibanya pesanan akan mengadakan pemeriksaan, apakah jumlah tersebut sesuai atau tidak dengan pesanan yang dilakukan, setelah mendapat persetujuan. 
Bagian pembelian mengeluarkan Bukti Penerimaan Bahan (Receiving Report) yang memuat jumlah keadaan barang yang diterima. Penerimaan ini dicatat dengan mendebit perkiraan Bahan Baku (material) dan sebaliknya untuk perkiraan Hutang Dagang (Kas dicatat disebelah kredit). Perkiraan bahan baku di dalam buku besar merupakan perkiraan pengendalian (controlling account) yang dibuat per jenis bahan baku dan merupakan sub buku besar yang dinamakan Buku bahan baku (Material Ladger). Perkiran bahan baku tidak hanya mencatat mutasi bahan, juga memberikan informasi bagi menyakut menyangkut dalam menghindari pembelian yang telalau besar sehingga terjadi kerugian akibat menumpuk modal kerja yang tertanam dalam persedian, sebaliknya juga untuk menghindari stagnasi proses produksi akibat kekuarangan bahan, jadi titik pemesanan kembali (re order point) sangat diperhatiakan. Bagian produksi memulai aktivitasnya dengan membuat Bon pengeluaran bahan (Material Requisition). 
Ikhitisar mengenai bon pengeluaran bahwa secara periodik merupakan bukti untuk memindahkan biaya bahan baku dari perkiraan pengendalian bahan baku ke perkiraan pengendalian Barang dalam proses (Work in proses) dan Biaya Fabrikase (Factory overhead).

Bagian-bagian yang terlibat dalam proses pengadaan dan penggunaan bahan baku:
a. Bagian produksi
b. Bagian Gudang
c. Bagian Pembelian
d. Bagian Hutang
e. Bagian Penerimaan

Biaya yang di perhitungkan dalam harga pokok bahan baku yang di beli :
Semua biaya yang terjadi untuk memperoleh bahan baku dan untuk menempatkannya dalam keadaan siap untuk diolah. Perlakuan biaya angkut:

A. SEBAGAI TAMBAHAN HARGA POKOK BAHAN BAKU YANG DIBELI, Dialokasikan berdasar:
1.       Perbandingan kuantitas bahan baku yang dibeli
2.      Perbandingan harga faktur
3.      Tarif yang ditentukan dimuka
B. SEBAGAI ELEMEN BOP PENENTUAN HARGA POKOK BAHAN BAKU YANG DIPAKAI DALAM PRODUKSI
1.       Metode Identifikasi khusus
2.      FIFO
3.      LIFO
4.      RATA RATA BERGERAK
5.      BIAYA STANDAR
MASALAH MASALAH KHUSUS
1.       Sisa bahan
2.      Produk Rusak
3.      Produk Cacat

Untuk pencatatan bahan baku sebaiknya diterapkan sistem balance permanen, karena akan diperoleh manfaat-manfaat sebagai berikut :
1.       Memungkinkan perhitungan persediaan secara phisik dapat dilaksanakan secara merata dan tidak menumpuknya pekerjaan pada akhir periode.
2.      Penetapan pembebanan bahan baku ke pekerjaan dan biaya fabrikase dapat dilakukan secara tepat dan cepat.
3.      Keuntungan lainya untuk mengetahui perbedaan-perbedaan antara jumlah sebenarnya dengan jumlah menurut pembukuan.
Jika terdapat perbedaan yang cukup besar (material) harus mencari sumber yang menimbulkan perbedaan tersebut dan bagian atau petugas mana yang harus bertanggung jawab dan catatan ini sebagi bahan untuk mengambil tindakan perbaikan.

UPAH (WAGES)
Upah buruh adalah biaya yang tidak berwujud, tidak seperti pemakaian bahan baku maka untuk sistem ini harus dilaksanankan dengan seksama mengenai perlakuakn upah langsung, agar :
1.       Dapat ditetapkan ujumlah yang tepat mengenai upah yang harus dibayarkan kepada buruh di dalam periode pembayaran upah.
2.      Pembebanan yang tepat atas biaya buruh ke perkiraan Biaya Fabrikase dan ke masing-masing pesanan.

BIAYA BIAYA YANG BERHUBUNGAN DENGAN TENAGA KERJA

SETUP  TIME : biaya-biaya yang dikeluarkan untuk MEMULAI kegiatan produksi
Perlakuan :   
1. Dimasukkan sebagai unsur Biaya Overhead Pabrik
2.  Dibebankan kepada Pesanan yang bersangkutan

WAKTU NGANGGUR waktu dimana sebagai akibat kerusakan mesin, kekurangan pekerjaan atau kesalahan manajemen dsb. Karyawan tidak bekerja . Kondisi tetap menjadi tanggungjawab manajemen, oleh karena itu ia tetap tetap harus membayar upah karyawan
Perlakuan:  
diperlakukan sebagai elemen Biaya Overhead Pabrik

INSENTIF pemberian penghargaan dalam bentuk gajai upah sebagai upaya memberikan motivasi kerja atau penghargaan karena prestasi yang baik.

PREMI LEMBUR pembayaran gaji-upah kepada karyawan karena ia bekerja lebih dari standar yang ditentukan ( diatas 40 jam per minggu). Biasanya harga per jam kerja lebih tinggi dari kerja  biasa.

BIAYA OVERHEAD PABRIK
Biaya Overhead pabrik adalah biaya-biaya bahan tak langsung, buruh tak langsung dan biaya-biaya pabrik lainnya yang tidak secara mudah diidentifikasikan atau dibebankan langsung pada suatu pekerjaan, hasil produksi/tujuan biaya akhir (Usry & Hammer, 1991 –368). Pendapat ahli lainya menyatakan bahwa biaya overhead pabrik merupakan setiap biaya yang tidak secara langsung melekat pada suatu produk, yaitu semua biaya-biaya diluar biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya overhead pabrik mencakup biaya produksi lainnya seperti pemanasan ruang pabrik, penerangan, penyusutan pabrik dan mesin-mesin. Biaya pabrik seperti pemeliharaan, gudang bahan-bahan dan hal lain yang memberikan pelayanan-pelayanan kepada bagian produksi juga merupakan bagian dari biaya overhead pabrik.

1. Penggolongan:
Biaya Bahan Penolong
Biaya Reparasi dan Pemeliharaan
Biaya Tenaga Kerja Tak Langsung
a. Sifat Biaya akibat penilaian Aktiva Tetap (Ph)
Biaya Akibat berlalunya waktu (asuransi)
Biaya yang secara langsung  memerlukan uang tunai (biaya listrik, air)
Biaya variabel
b. Perilaku Biaya hub.
Perubahan Volume                  
Biaya tetap
Biaya Semi Variabel

2. Langkah Penentuan tarif Biaya Overhead Pabrik
a. Menyusun Anggaran
b. Memilih Dasar Pembebanan kepada produk dengan memperhatikan:
BOP yang Dominan jumlahnya
Sifat-sifat BOP dan eratnya sifat tsb dengan dasar pembebanan yang dipakai.
Macam dasar pemilihan:
– Satuan produk
– Biaya bahan baku
– Biaya tenaga kerja
– Jam tenaga kerja langsung
– Jam mesin
c . Menghitung Tarif 
Biaya overhead pabrik yang dianggarkan = Tarif BOP
Taksiran Dasar pembebanan

SELISIH KAPASITAS 
Selisih Anggaran terkait dengan efisiensi perusahaan (biaya overhead Variabel)
Selisih Kapasitas terkait dengan tidak dipakai atau terlampaunya kapasitas (Biaya Overhead Tetap)

BARANG DALAM PROSES (WORK IN PROSESS)
Untuk menyelesaikan suatu produk terdapat 3 unsur biaya yaitu :
§  Bahan Langsung (Direct Materials)
§  Upah Langsung (Direct Labor)
§  Biaya Fabrikase (Factoru Overhead)
Ketiganya akan dialokasikan ke perkiraan Barang dalam proses dengan angka yang sudah diiktisarkan terlebih dahulu, sedangkan perincian mengenai pemakaian bahan, upah langsung atau biaya fabrikase dapat dilihat dari kartu pekerjaan (job cust sheet). Pencatatan ke job cost sheet diambil dari bon-bon pengeluaran bahan kartu waktu yang memuat perinciannya. Setelah pekerjan selesai, maka data ini diiktisarkan sehingga dapat diketahui biaya per unit. Data tersebut sebagai dasar untuk memuat jurnal dengan cara mendebit perkiraan Hasil selesai (Fishing goods) dan mengkredit perkiraan Barang dalam proses (work in prosess).


Sumber :
widada.staff.gunadarma.ac.id/…/BAB+2+-+JOB+ORDER+COST
carter, william k. 2002. Akuntansi Biaya. Jakarta : Salemba Empat
Tintri Ediraras S, Dharma, Pengantar Akuntansi II, Gunadarma, Jakarta, 1991